Kejuaraan Pacuan Kuda di Jawa Timur Dimulai

http://www.haivoelectrical.com – Ribuan masyarakat menghadiri Kejuaraan Pacuan Kuda Jawa Timur Holopis Kuntul Baris Cup di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Calon Gubernur Jawa Timur Halim Iskandar atau karib disapa Pak Halim.

Ketua Panitia Agus Setioko mengatakan, peserta yang ikut mencapai 158 kuda dan joki dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sementara yang menarik dalam lomba ini, panitia memperbolehkan jenis kuda yang dilombakan dari berbagai ras.

“Kejuaraan ini kami gelar selama dua hari, hari Sabtu kemarin dan Minggu ini. Kemarin merupakan babak penyisihan dan hari ini adalah final. Ada sebanyak 158 kuda dan joki yang mengikuti. Sementara untuk perlombaan kita bagi dalam empat kelas yaitu, Kelas Mini AB, Kelas A Terbuka, Kelas E-F dan Kelas C,” ujarnya, Minggu kemarin.

Untuk kelas Mini AB, panjang lintasan hanya 800 meter dan peserta hanya melalui tiga kali lewat garis finish. Sedangkan untuk Kelas A Terbuka dengan panjang lintasan 2.000 meter dengan enam kali melewati garis finish.

Untuk Kelas E-F dengan panjang lintasan 1.200 meter sebanyak empat kali lewat garis finish dan Kelas C panjang lintasanya mencapai 1.600 meter dengan lima kali lewat garis finish.

“Sistem perlombaan yang kita pakai yaitu, setiap kali race diambil tiga orang pemenang, juara satu, dua dan tiga. Panitia langsung menyerahkan hadiah kepada pemenang baik kepada pelatih kuda maupun joki yang menaikinya,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri dari PKB Sentot Jamaludin mengatakan kejuaraan pacuan kuda ini merupakan kegiatan yang positif karena nguri-nguri kebudayaan khusus untuk Jawa Timur kegiatan ini perlu ditingkatkan.

“Jawa Timur harus ada tempat menggelar pacuan kuda, tidak hanya ditingkat Nasional. Sebab, potensinya sangat besar dan ini berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya pacuan kuda, masyarakat bisa berwiraswata dengan pengadaan rumput, pengadaan lahan dan melibatkan orang banyak. Saya kita ini potensi yang bagus, karena di kota dan kabupaten wilayah Jawa Timur antusiasnya sangat tinggi,” kata pria yang akrab dengan sapaan Pak Halim ini.

Di lokasi pacuan, terlihat antusias yang sangat tinggi dari masyarakat untuk datang menyaksikan. Olahraga ini dianggap cukup langka, karena jarang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *