Menpora Tinjau Pacuan Kuda Pangandaran

http://www.haivoelectrical.com – Pasca perhelalatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, Pacuan Kuda di desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak atau yang lebih dikenal dengan Pacuan Kuda Pangandaran sempat mangkrak dan sedikit tidak terawat. Menpora Imam Nahrawi dan Menristekdikti Mohamad Nasir yang melakukan kunjungan kerja di Pangandaran pada  Senin (13/3/2017) sore, datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisinya.

Setiba di lokasi, Menpora melihat arena pacuan kuda yang sebenarnya cukup indah yang letaknya di pinggir laut, jadi sayang jika arena pacuan kuda ini sampai tidak terawat. Oleh karena itu Menpora meminta kepada pemerintah daerah untuk benar-benar memperhatikan perawatan venues-venues bekas penyelenggaraan PON Jawa Barat.

“Pemandanganya bagus sekali. Tidak pernah ada di Indonesia pemandangan pacuan kuda di pinggir laut dan akses jalan pun juga sudah bagus. Beberapa pacuan kuda ditempat lain tidak sebagus ini, saya ingin venues ini benar-benar dirawat dengan baik. Itu yang menjadi komitmen pemerintah daerah bagaimana infrastruktur olahraga pasca PON Jawa Barat harus betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Karena kalau tidak arena ini akan terbengkalai,” ujarnya.

Menpora merasa bersyukur mendengar arena pacuan kuda ini rencananya akan digunakan untuk kejuaraan nasional. “Saya bersyukur sebentar lagi akan ada kejuaraan nasional yang akan di laksanakan di sini. Tinggal bagaimana PORDASI untuk mengunakan arena ini sebagai kegiatan pacuan dan keindustrian,” pintanya.

Pacuan Kuda Legok Jawa atau sekarang lebih dikenal Pacuan Kuda Pangandaran sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2007 oleh tokoh masyarakat setempat. Orang kaya dari Legok Jawa memang sebagian besar punya kuda. Salah satu tokoh masyarakat Legok Jawa yang mencintai kuda adalah Ganda Permana. Dia memiliki beberapa kuda yang bagus. Di kalangan pehobi balap kuda Ganda adalah tokohnya.

Karena hobinya itu dia punya cita-cita untuk membangun pacuan kuda sendiri. Sebab selama ini untuk latihan berkuda saja harus berpindah-pindah. Salah satunya di lapangan Pacuan Kuda Katapang Doyong di Desa Pangandaran.

Tapi itu tidak bertahan lama karena dialihfungsikan. Lalu para pecinta kuda pindah ke Pamugaran di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, tapi itu pun tak berlangsung lama.Nah, pascatsunami tahun 2006, sejumlah tokoh khusunya pehobi kuda di Pangandaran berkumpul untuk merumuskan Lapang Pacuan Kuda Legok Jawa yang memang sudah ada sejak dulu tapi mati suri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *